"YAA QOWIYYU" di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Upacara sebar apem Yaa qowiyyu yang berasal dari bahasa arab. YAA QOWIYYU (Allah Yang Maha Perkasa) merupakan tradisi turun-menurun. Setiap tahunnya diadakan dakwah tiap bulan safar yang diawali oleh ulama Ki Ageng Gribik pada abad ke-17. Di wilayah ini ribuan warga berebut apem yang jumlahnya sampai 5 ton banyaknya.
Begitu banyak orang yang menyaksikan dan berebut apem di saat itu, mereka yang datang dari berbagai daerah, baik masyarakat Klaten maupun dari luar daerah dan bahkan dari Manca Negara pun juga ikut menyaksikan dan ikut berebut apem pada acara sebar apem ini dan kata penduduk setempat meyakini bahwa jika ada yang mendapatkan apem artinya memperoleh keberkahan dalam kehidupannya (Amin).
walaupun Ki Ageng Gribik sudah almarhum. penyebaran ini tetap di laksanakan tiap tahunnya oleh murid murid KI Ageng Gribik, dan tidak lupa juga selalu ada doa di penyebaran ini. Kegiatan ini digelar oleh masyarakat di setiap safar pada kalender jawa. Tradisi sebar apem ini diadakan sejak zaman Mataram Islam, dan dirintis oleh Ki Ageng Gribik untuk sarana penyebaran Islam .
jumlah kue apem yang di sebarkan mencapai hingga 5 ton, dan katanya menjadi tanda bahwa agar masyarakat semakin sadar pentingnya membagikan sebagian hartanya kepada orang lain yang membutuhkan dan jumlah apem yang disebarkan tiap tahunya alhamdulilah selalu meningkat. Di sebaran apem itu dibuat juga gunungan-gunungan apem yang digunakan untuk pembukaan upacara penyebaran apem disaat itu banyak kaum-kaum ulama yang akan melaksanakan doa disaat itu juga.
Tokoh Ki Ageng Gribik sendiri ialah seorang ulama besar yang keturunan dari kerajaan dalam menyebarkan agama islam. dipedesaan seperti klaten, ia memang memiliki kepribadian yang sederhana sehingga cocok pada masyarakat setempat.